Warga Kampung Kamal Kembangkan Abon Ikan Lele
(Warga
Kampung Kamal Berhasil kembangkan budidaya ikan lele, dan produksi abon lele)
TENGGARONG, Kampung
Kamal Kelurahan Sanipah di Kecamatan Samboja, memiliki beragam potensi yang
luar biasa. Pada bidang perikanan, warga setempat berhasil mengembangkan
budidaya ikan lele, selain dijual, ikan lele di “racik” untuk bahan membuat
makanan abon.
Sami’an selaku warga RT
11 serta pelaku budidaya lele mengatakan, budidaya lele dilakukan sejak 2019
silam, budidaya lele termasuk program dari Corporate Social Responsbilty (CSR)
PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dimana program tersebut guna menunjang
perekonomian maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada di Kampung Sanipah,
Sehingga warga Sanipah bisa sejahtera setelah menerima bantuan dari Pt PHM.
“Sebelumnya PT. PHM
memberikan 5000 ekor bibit lele per orang kepada warga Sanipah, dimana hasil
panen tersebut nantinya akan di jual ke tengkulak dari Balikpapan dan Samarinda
dengan harga Rp. 18 ribu per kilonya.”katanya.
Dalam 5000 bibit itu
sebanyak 3 kali panen atau penyortiran, dimana panen pertama pada kurun waktu
2,5 bulan dengan berat per kilonya isi 7-8 ekor, dan tahap kedua bisa sampai ke
3 bulan untuk berat per kilonya 7 ekor dan tahap akhir dengan berat 6 ekor per
kilonya, untuk 5000 ekor bibit tersebut, nantinya bisa mencapai asil panen
sebanyak 6 kuintal.
“Kami warga Sanipah
sudah siap tengkulak yang bersedia membeli hasil panen kami” Kata Sami’an
kepada media, di kampong kamal, Sabtu (24/10/2020)
Ia mengatakan, pada
Maret lalu di saat pandemic mulai meresahkan dan terjadi pembatasan social,
terdapat pembatasan wilayah, sehingga
beberapa akses keluar masuk kota sempat di tutup sementara (lockdown).
Hal tesebut menjadi
kendala dan berdampak dengan pembudidaya lele, dimana warga Sanipah sempat
tidak menjual hasil panen nya ke luar daerah, sehingga lele tersebut melewati
batas ukuran yang sudah ditentukan pada umumnya dan banyak mengalami kerugian.
Untuk mengatasi hal
tersebut, warga sanipah berinisiatif membuat abon dari bahan baku lele. Untuk
membuat abon lele, bahan baku yang di
perlukan yaitu ikan lele yang berukaran besar yang sudah melewati batas ukuran
dari permintaan konsumen yaitu lele dengan berat per kilonya isi 3-4 ekor, dan
kegiatan pembuatan abon tersebut bisa berlanjut sampai saat ini.
“Kami berinisiatif bagaimana
ikan yang sudah panen ini yang tidak bisa terjual namun masih bisa di jadikan nilai tambah buat
perekonomian kami, yaitu dengan cara
ikan tersebut kami olah menjadi abon ikan lele, dimana pembuatan abon ini hanya
memerlukan ikan 2,5 Kg bisa menjadi 8 ons abon lele dengan harga jual per ons
atau perbungkusnya Rp. 15 ribu, untuk sementara pemasaran abon lele hanya di wilayah lokal”katanya.(*riz/poskotakaltimnews.com)